Legislator Akui Swasembada Pangan Capai Target
Jakarta : Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mengakui, capaian pemerintah pusat di sektor pertanian yang dinilai berhasil. Terutama, dalam mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target Presiden Prabowo Subianto.
"Keberhasilan tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah. Terhadap ancaman struktural yang berpotensi menggagalkan capaian tersebut," kata politikus Golkar ini dalam RDP dengan Kementan, KKP, Perum Bulog, dan ID Food, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Firman mengungkapkan, stok beras nasional awal 2026 mencapai 3,3 juta ton memang menjadi rekor tertinggi. Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga memastikan, ketersediaan pangan pokok strategis dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
"Swasembada pangan bukan sekadar soal angka stok. Melainkan soal keberlanjutan distribusi, stabilitas harga, dan perlindungan terhadap petani di lapangan," ucap Firman.
Kemudian, ia menyoroti, potensi terganggunya distribusi pangan akibat kerusakan infrastruktur vital, khususnya di Pulau Jawa. Banjir yang kerap merendam jalur distribusi seperti Pantura, dinilai bisa memicu kelangkaan pasokan dan lonjakan harga.
“Kalau infrastruktur dibiarkan rusak, swasembada pangan hanya akan menjadi jargon politik. Distribusi adalah urat nadi pangan nasional,” ujar anggota Baleg DPR ini.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pemerintah tidak akan melakukan impor beras sepanjang kondisi swasembada pangan terjaga. Ia mengatakan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan khususnya beras, pada tahun 2025.
“Program swasembada pangan tersebut akan terus dilanjutkan pada 2026. Fengan target penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4 juta ton,” kata Rizal.
Lebih lanjut Rizal Menjelaskan adapun target penyerapan CBP untuk 2026 meningkat, dari semula 3 juta ton pada 2025. Selain beras, Bulog juga mendapatkan penugasan untuk menyerap komoditas pangan utama lainnya.(*)
