KPK Dalami Komunikasi Ridwan Kamil dengan Bank bjb
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami komunikasi mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan pihak Bank bjb. Pendalaman dilakukan terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan iklan bank bjb yang merugikan negara ratusan miliar rupiah.
"Selain mendalami proses-proses pengadaan dan pengondisian pengadaan iklan tersebut. Penyidik juga mulai mendalami komunikasi-komunikasi yang dilakukan Gubernur Jawa Barat saat itu, yaitu Pak RK, dengan pihak BJB,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat 30 Januari 2026.
Budi menjelaskan, penyidikan saat ini berfokus dalam dua klaster dugaan korupsi. Klaster pertama terkait dugaan penyimpangan dan pengondisian dalam proses pengadaan iklan yang telah menegapkan lima orang tersangka.
“Di klaster pertama ini, penyidik juga tengah fokus pada penghitungan kerugian keuangan negara. Untuk itu, KPK secara paralel dan intens berkoordinasi dengan auditor negara, dalam hal ini BPK,” kata Budi digedung Merah Putih KPK, Jumat 30 Januari 2026.
Sementara, pada klaster kedua, penyidik mulai mendalami relasi dan pola komunikasi. Yaitu, antara Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat saat itu dengan jajaran bank bjb.
“Di klaster kedua, kami masuk untuk mendalami bagaimana komunikasi-komunikasi yang dilakukan oleh Pak RK dengan pihak BJB. Ini menjadi bagian dari upaya penyidik untuk melihat secara utuh konstruksi perkara,” ujarnya.
Sebelumnya, KPK membuka peluang menelusuri aliran dana non-budgeter terkait dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB. Penelusuran dilalukan dengan memanfaatkan data transaksi keuangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan, penggunaan data PPATK merupakan langkah yang lazim dilakukan penyidik dalam menelusuri aliran uang. "Dalam suatu penelusuran aliran uang, pemanfaatan data transaksi keuangan dari PPATK tentu terbuka kemungkinan dilakukan,” kata Budi saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
KPK menegaskan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di bank bjb tidak hanya berfokus pada proses pengadaannya. Tetapi juga menelusuri aliran dana non-budgeter yang diduga mengalir ke sejumlah pihak termasuk eks Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Menurut Budi, penyidik saat ini menelusuri aliran dana tersebut untuk memastikan apakah dana berhenti pada pihak tertentu. Atau mengalir kepada pihak lain, atau dialihkan dalam bentuk aset termasuk kepada teman wanita RK dan istrinya.
“Merembesnya ini ke mana saja, berhenti pada siapa atau apa. Apakah mengalir ke pihak-pihak lain atau juga dialihkan untuk aset, itu semua sedang ditelusuri penyidik,” ujar Budi.
Ridwan Kamil telah diperiksa sebagai saksi pada 2 Desember 2025. Dalam pemeriksaan yang berlangsung lebih dari lima jam itu, penyidik mendalami aliran dana nonbudgeter bank bjb.
“Dalam tupoksi gubernur, aksi korporasi BUMD dilakukan oleh teknis masing-masing. Jadi saya tidak mengetahui, apalagi terlibat atau menikmati hasilnya,” kata Ridwan Kamil saat itu.
KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan iklan di bank bjb dengan nilai kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah. Kelima tersangka tersebut yakni mantan Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi, Pimpinan Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartot, serta sejumlah pihak swasta selaku.
Dalam perkara ini, KPK menduga terdapat perbuatan melawan hukum dalam pengadaan penempatan iklan ke sejumlah media massa. Mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp222 miliar.(*)
