Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Banjir Subang Rendam Permukiman Warga, Belaan Ribu KK Terdampak

Subang : Ribuan rumah warga di Kabupaten Subang, Jawa Barat terdampak banjir imbas meluapsnya sejumlah sungai yang terjadi beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang mencatat, rumah tersebut tersebar di lima kecamatan.

Foto udara rumah terendam banjir di wilayah Subang, Jawa Barat (Foto: Pemkab Subang)

BPBD Subang mencatat, sebanyak 11.271 kepala keluarga (KK) atau sekitar 31.270 jiwa terdampak akibat genangan air tersebut. Selain permukiman, banjir juga merendam 18 bangunan sekolah, 27 sarana ibadah, serta areal persawahan seluas sekitar 2.110 hektare.

Kepala BPBD Subang Udin Jazudin mengatakan, kondisi ini berpotensi mengganggu sektor pertanian masyarakat. “Upaya penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat," ujarnya di Subang, Senin 2 Februari 2026.

Adapun lima kecamatan yang hingga kini masih terendam banjir meliputi Kecamatan Pamanukan, Legonkulon, Blanakan, Pusakanagara, dan Sukasari. Di Kecamatan Pamanukan, banjir merendam Desa Bongas, Pamanukan, Rancahilir, Lengkongjaya, Rancasari, Mulyasari, Pamanukan Hilir, dan Pamanukan Sebrang.

Sementara di Kecamatan Legonkulon, wilayah terdampak mencakup Desa Bobos, Karangmulya, Legonkulon, Legonwetan, Mayangan, Pangarengan, dan Tegalurung. Di Kecamatan Blanakan, genangan terjadi di Desa Muara, Tanjungtiga, Cilamaya Girang, Langensari, Blanakan, Rawamekar, Jayamukti, Rawameneng, serta Cilamaya Hilir.

Sementara di Kecamatan Pusakanagara, banjir merendam Desa Mundusari, Kotasari, Pusakaratu, Gempol, Rancadaka, Patimban, dan Kalentambo. Sedangkan di Kecamatan Sukasari, wilayah terdampak meliputi Desa Anggasari, Batangsari, Curugreja, Mandalawangi, Sukamaju, Sukareja, dan Sukasari.

Udin lantas mengajak warga Subang untuk terus meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. "Kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan warga Subang menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana,” katanya," ujarnya.(*)

Hide Ads Show Ads