Trump Desak Putin Akhiri Perang Usai Serangan Rusia
Washington : Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera mengakhiri perang di Ukraina. Seruan tersebut disampaikan setelah Moskow kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina, dilansir Roya News, Rabu, 4 Februari 2026.
Seruan itu disampaikan Trump menyusul berakhirnya jeda serangan selama sepekan yang sebelumnya diberlakukan Rusia di tengah cuaca dingin ekstrem. Trump menyatakan harapannya agar jeda serangan tersebut dapat diperpanjang.
Meski demikian, ia mengakui penghentian serangan selama satu minggu tetap berarti bagi warga Ukraina. Warga Ukraina kini harus bertahan di tengah suhu mendekati minus 20 derajat Celsius.
Namun, Rusia justru meluncurkan serangan terkuat tahun ini terhadap sektor energi Ukraina, menyebabkan ratusan ribu warga kehilangan akses pemanas. Serangan tersebut terjadi menjelang putaran kedua pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat dan dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keras langkah Moskow atas serangan tersebut. Ia menilai Rusia lebih memilih teror dibandingkan jalur diplomasi dan kembali mengabaikan upaya perdamaian yang didorong Washington.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang sedang melakukan kunjungan ke Kyiv, juga meragukan keseriusan Rusia dalam mencari perdamaian. Ia menilai serangan semalam tidak mencerminkan komitmen Moskow terhadap penyelesaian konflik secara damai.
Selama kunjungannya, sirene peringatan udara terdengar di ibu kota, disertai ledakan di sejumlah titik. Akibat serangan tersebut, lebih dari 1.100 gedung hunian di Kyiv dilaporkan masih tanpa pemanas.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi telah melancarkan serangan besar yang menargetkan fasilitas energi dan industri militer Ukraina. Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan puluhan rudal dan ratusan drone.(*)
