Presiden Prabowo Bertemu Tokoh Ormas Islam, Bahas Isu Global hingga Persiapan Ramadan
Jakarta : Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan agenda Presiden Prabowo Subianto yang menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh Muslim, serta pimpinan pondok pesantren pada siang hari ini, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut Prasetyo, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin Presiden untuk berdiskusi langsung dengan para tokoh agama, sekaligus menyampaikan perkembangan situasi nasional dan global, serta menyerap masukan dari berbagai elemen umat.
“Ini pertemuan yang sebenarnya rutin. Beberapa waktu lalu juga sudah pernah dilakukan. Hari ini Presiden kembali berdiskusi untuk meng-update perkembangan di dalam dan luar negeri, sekaligus menerima masukan dari para tokoh,” ujar Prasetyo, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menjelaskan meski pertemuan terbuka dengan ormas Islam baru kali kedua dilakukan, komunikasi Presiden dengan para tokoh agama sejatinya berlangsung intens melalui berbagai jalur, baik formal maupun informal.
Menjelang bulan suci Ramadan, Prasetyo menyebut terdapat kemungkinan pembahasan khusus terkait kesiapan pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Pemerintah sejak awal sudah mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Ramadan dan Lebaran, termasuk soal ketersediaan bahan pokok. Ini juga menjadi perhatian Presiden,” kata Prasetyo.
Terkait adanya perbedaan pandangan sejumlah ormas Islam mengenai keputusan pemerintah bergabung dalam Board of Peace, Prasetyo menilai hal tersebut lebih disebabkan belum tersampaikannya penjelasan secara utuh kepada publik.
“Bukan resistensi, tapi mungkin masih ada perbedaan pandangan karena latar belakang keputusan pemerintah, termasuk poin-poin dalam Board of Peace, belum sepenuhnya dipahami,” ucap Prasetyo.
Ia menyebut forum pertemuan dengan tokoh Islam ini menjadi salah satu ruang bagi Presiden untuk menjelaskan langsung pertimbangan strategis pemerintah, dengan harapan dapat dipahami oleh semua pihak.
Namun demikian, Prasetyo menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan apakah masukan dari ormas Islam akan memengaruhi kebijakan pemerintah terkait keterlibatan di Board of Peace.
“Masukannya saja belum kita terima. Presiden memang terbiasa mendengarkan banyak pandangan sebelum mengambil keputusan, dan komunikasi itu tidak hanya dilakukan dalam forum formal,” tutur Prasetyo.(*)
