PLN Manfaatkan 3,44 Juta Ton FABA untuk Ekonomi Sirkular di 2025
Jakarta : PT PLN berhasil memanfaatkan 3,44 juta ton 'Fly Ash Bottom Ash' (FABA) sepanjang tahun 2025. Capaian ini tercatat sebesar 103,46 persen dari total produksi limbah pada periode tahun itu.
Langkah optimalisasi limbah ini menjadi bagian penerapan prinsip ekonomi sirkular demi pembangunan yang berkelanjutan. Pernyataan resmi mengenai capaian positif ini dirilis di Jakarta pada hari Senin, 02 Februari 2026.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut limbah ini bukan sekadar residu sisa pembakaran biasa. Material sisa ini menjadi instrumen penting guna mendukung penguatan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
“PLN memandang FABA sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah. Pemanfaatannya tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, namun juga mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
Pemanfaatan material sisa ini mengalami kenaikan sebesar 2,44 persen jika dibandingkan periode tahun sebelumnya. Jumlah total penggunaan material tersebut meningkat dari angka 3,40 juta ton pada tahun 2024 lalu.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo menjelaskan kontribusi nyata terhadap penurunan gas rumah kaca. Pengurangan emisi karbon dari pemanfaatan material sisa ini mencapai angka 166.472 ton sampai akhir 2025.
“Saat ini PLTU di lingkungan PLN Group telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 300 pemanfaat FABA, yang terdiri dari badan usaha berizin, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemerintah daerah, TNI/Polri, kelompok masyarakat, hingga lembaga pemasyarakatan di sekitar PLTU,” ujar Rizal.
Penggunaan material ini mencakup substitusi semen dan bahan lapis dasar jalan pada sektor konstruksi. Sektor pertanian juga memanfaatkan material ini sebagai penetralisir air asam tambang dan pembenah tanah.
Kerja sama skala industri melibatkan 18 unit pembangkit listrik dan 15 pabrik semen nasional. Material sisa diambil langsung dari unit pembangkit dan diangkut menuju fasilitas produksi pabrik semen.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin di Sumatra Barat juga bekerja sama dengan perusahaan tambang. Sebanyak 251.406 ton material sisa telah dimanfaatkan sebagai penetralisir air asam tambang di sana
“Dengan hadirnya SNI 9387:2025, kini pemanfaatan FABA semakin luas, aman, dan memiliki pedoman yang jelas. Ini membuka peluang baru, tidak hanya menjaga lingkungan dan menjadi solusi atas pengelolaan limbah, namun juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan,” ujar Rizal.
PLN menjalin kerja sama dengan 22 perusahaan industri pembuat beton cair. Pembangkit Tanjung Jati B menjadi unit dengan pemanfaatan terbesar mencapai angka 140.436 ton limbah.
Pemerintah pusat melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN) memberikan dukungan regulasi dan standardisasi nasional terbaru. Standar baru ini menetapkan sisa limbah tersebut sebagai pembenah tanah dan bahan baku pupuk.
Pihak perseroan turut menggandeng Japan Carbon Frontier Organization (JCOAL) untuk studi inovasi penjernih air. Uji coba implementasi di sungai rencananya akan dilakukan bersama dinas lingkungan hidup pada tahun ini.
“Seluruh pembangkit PLN kini menjadi episentrum perbaikan lingkungan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pembangkit PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Rizal.(*)
