Pemerintah Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional, Menko Airlangga Targetkan Pertumbuhan 5,4 Persen di Tahun 2026
Yogyakarta: Pemerintah terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Dengan fundamental yang solid, sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, menjadi kunci dalam mengakselerasi agenda pembangunan ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyampaikan optimisme tersebut saat berdialog bersama warga Muhammadiyah dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat, 6 Februari 2026. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi resesi yang sangat kecil dibandingkan negara maju lainnya.
”Sebuah kehormatan bagi saya untuk hadir di organisasi yang telah menjadi pilar bagi peradaban dan ekonomi umat di Indonesia. Di tahun 2026, ini adalah tahun yang penting. Kita berharap pertumbuhan kita bisa lebih tinggi daripada tahun kemarin yang secara year-on-year 5,11%. Dan bila dibandingkan dengan berbagai negara lain, Indonesia ini salah satu yang potensi resesinya terkecil, yaitu 3%. Jauh lebih rendah dari negara yang di depan kita, seperti Jepang dan Amerika Serikat,” tutur Menko Airlangga Hartarto.
Dari sisi permintaan, konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan yang didukung belanja pemerintah serta stimulus tepat sasaran sepanjang 2025. Data menunjukkan konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,11 persen dengan kontribusi 53,88 persen terhadap PDB, sementara investasi tumbuh 6,12 persen. Industri pengolahan tercatat sebagai sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional.
Perbaikan kinerja ekonomi ini juga diikuti dengan membaiknya indikator sosial, di mana tingkat kemiskinan menurun menjadi 8,25 persen dan tingkat pengangguran terbuka turun ke angka 4,7 persen. Memasuki tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen yang akan didorong oleh sektor pariwisata, pertanian, manufaktur, ekonomi digital, dan energi.
Selain itu, pemerintah mendorong penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80 ribu desa dengan dukungan pendanaan hingga Rp5 miliar per desa. Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal di sektor pertanian, perikanan, hingga perdagangan di daerah.
“Kali ini digelontorkan Rp5 miliar, tentunya juga ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu penggerak penting,” ungkap Menko Airlangga.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan penguatan daya beli menjelang Idulfitri 2026, termasuk bantuan pangan, diskon transportasi, serta dukungan pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam konteks ini, PP Muhammadiyah didorong untuk mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah untuk melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang naik kelas guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*)
