Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Suasana Tol Tangerang-Merak Gerbang Tol Cikupa yang dipadati kendaraan menjelang puncak arus Mudik Lebaran 2025

Jakarta ;  Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko, meminta pemerintah segera mempersiapkan program Mudik Lebaran 2026 secara matang dan menyeluruh. Menurut dia, hal ini penting untuk memastikan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat selama berlangsungnya arus mudik dan balik. 
Suasana Tol Tangerang-Merak Gerbang Tol Cikupa yang dipadati kendaraan menjelang puncak arus Mudik Lebaran 2025

Legislator Fraksi PKB itu menegaskan salah satu fokus utama persiapan mudik adalah preservasi jalan nasional serta jalan tol. Menurut dia, proses perbaikan jalan tersebut harus diselesaikan secara cepat dan tepat waktu menjelang puncak arus mudik 2026. 

"Pemerintah harus memastikan tidak ada jalan rusak yang dapat membahayakan pengguna jalan," ujarnya, Minggu, 1 Februari 2026. "Preservasi jalan harus dikerjakan secara cepat agar hasilnya bisa segera dirasakan masyarakat."

Selain jalan nasional, Sudjatmiko juga menyoroti kesiapan ruas jalan tol. Menurut dia, pengelola jalan tol memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran mudik Lebaran. 

Di satu sisi, Sudjatmiko mengapresiasi PT Jasa Marga yang berencana menyiapkan empat ruas jalan tol fungsional. Sehingga masyarakat dapat menggunakannya tanpa dipungut biaya alias gratis selama periode mudik. 

"Langkah ini patut diapresiasi karena akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas," ujarnya. Ini sekaligus memberikan alternatif jalur bagi pemudik.  

Salah satu jalan tol yang akan dioperasikan secara fungsional adalah ruas Yogyakarta-Bawen. Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, sebelumnya meninjau jalan tol tersebut pada Jumat, 23 Januari 2026. 

Tujuannya untuk persiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut dia, tol fungsional Yogyakata–Bawen diharapkan mampu memecah kepadatan arus kendaraan dari Jakarta atau Semarang menuju Solo atau Yogyakarta. 

Agus menambahkan arus kendaraan dari Semarang menuju Solo dan Yogyakarta nantinya dapat dialihkan melalui tol fungsional maupun jalur arteri. Dengan, pengaturan situasional seperti alih arus, one way, hingga contraflow jika diperlukan. 

"Dengan adanya tol fungsional ini, bangkitan arus bisa terurai," ujarnya. Kemudian rekayasa lalu lintas dapat diterapkan lebih efektif. 

Dirut Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan progres pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Bawen–Ambarawa telahmencapai 90 persen. Menurut dia, jalan tol ini siap difungsionalkan saat momen Mudik Lebaran 2026.

"Konstruksi elevasi sudah selesai," ujarnya. Rivan mengatakan sisa pekerjaan masih bisa dikejar sehingga tol ini siap digunakan secara fungsional.(*)

Hide Ads Show Ads