Imlek 2026, Ketua DPD RI Tekankan Persatuan dan Refleksi Kebangsaan
Jakarta : Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Bakhtiar Najamudin menilai perayaan Tahun Baru Imlek 2026 atau Tahun Kuda Api menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan nasional, refleksi batin, serta peneguhan harapan di tengah berbagai tantangan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Sultan saat memberikan sambutan dalam Perayaan Imlek Hakka Antar Bangsa 2026 bertajuk Harmoni Imlek Nusantara yang digelar di LPP TVRI Pusat, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
Menurut Sultan, perayaan Imlek mengandung nilai-nilai luhur seperti keseimbangan hidup, penghormatan kepada leluhur, kerja keras, serta harmoni antara manusia, alam, dan semesta. Tahun Kuda Api, lanjutnya, memiliki makna simbolik yang kuat.
“Kuda melambangkan daya juang, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah, sementara unsur api merepresentasikan semangat, energi perubahan, dan transformasi,” ujarnya.
Relevansi bagi Bangsa Indonesia
Sultan menegaskan karakter Kuda Api relevan bagi bangsa Indonesia. Ia menyebut keberanian harus disertai arah yang jelas, pengendalian diri, serta tanggung jawab kebangsaan.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia dibangun melalui kontribusi berbagai kelompok, bukan melalui keseragaman.
Kontribusi Komunitas Tionghoa bagi Bangsa
Dalam kesempatan tersebut, Sultan menyoroti peran komunitas Tionghoa, khususnya keluarga besar Haka, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia.
“Kontribusi dalam perdagangan, pendidikan, kebudayaan, pembangunan daerah, hingga jejaring sosial adalah energi kebangsaan yang harus terus dirawat,” katanya..
Persatuan dalam Keberagaman dan Nilai Pancasila
Sultan menekankan bahwa persatuan nasional lahir dari saling memahami, menghormati, dan berkolaborasi dalam perbedaan. Menurutnya, Pancasila menjadi fondasi pemersatu yang harus dihidupi dalam praktik.
Di tengah tantangan seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, ketimpangan wilayah, dan krisis ekologi, ia menilai soliditas lintas suku, agama, dan etnis menjadi keharusan.
Pesan Kebangsaan
Lebih lanjut, Sultan menyampaikan pesan kebangsaan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kemampuan bangsa dalam merawat perbedaan sebagai kekuatan dan menjaga alam sebagai titipan kehidupan.
“Indonesia akan semakin kuat apabila seluruh daerah dan komunitas merasa memiliki ruang, martabat, dan peran yang setara dalam pembangunan bangsa,” tuturnya.
Sultan berharap Tahun Kuda Api membawa energi positif, ketenangan batin, serta semangat kolaborasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Semoga bangsa kita melangkah maju dengan keyakinan, keseimbangan, dan kebijaksanaan,” pungkasnya.(*)
