IHSG Ditutup Anjlok ke Level 7.922
Jakarta : Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) lesu sepanjang hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup anjlok 4,88 persen atau 406,87 poin ke level 7.922,73.
Sebanyak 720 saham harganya turun, 38 saham harganya naik dan 36 saham stagnan. Saham sektor bahan baku, turun paling dalam hingga 10,74 persen.
Indeks LQ45 berisi saham-saham unggulan juga bergerak melemah hari ini. Saham-saham yang mendominasi pelemahan adalah MBMa, MDKA, EMTK, BRPT dan AMMN.
“IHSG turun tajam karena sentimen pasar masih negatif. Di antaranya karena terkoreksinya harga komoditas yang selama ini menjadi penopang penguatan IHSG,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Senin 2 Februari 2026.
Investor juga masih menunggu perkembangan dari upaya otoritas OJK dan BEI yang melakukan pertemuan dengan MSCI. Pertemuan membahas reformasi transparansi pasar modal Indonesia dan diharapkan mengembalikan kepercayaan investor global.
Rilis data ekonomi yang dirilis hari ini sepertinya juga tidak mampu mendongkrak sentimen pasar. Pada Januari 2026, Indeks PMI Manufacturing Indonesia mencatatkan kenaikan pada level 52,6.
Bulan sebelumnya, PMI Manufaktur berada di level 51,2. “Kenaikan PMI mengindikasikan aktivitas pabrik mengalami kenaikan selama enam bulan berturut-turut,” ujar Tim Phintraco.
Selain itu neraca perdagangan masih membukukan surplus USD2,52 miliar pada Desember 2025. Surplus didorong oleh pertumbuhan ekspor sebesar 11,64 persen secara tahunan.
Pada Januari 2026, perekonomian Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,15 persen. Tapi secara tahunan, pada Januari 2026 terjadi inflasi sebesar 3,55 persen.
Berdasarkan data BEI, hari ini volume saham yang diperdagangkan sebanyak 50,41 miliar lembar saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,94 juta kali transaksi.
Sedangkan total nilai perdagangan sebesar Rp29,17 triliun. Kapitaliasi pasar menjadi Rp14.268,67 triliun.(*)
