Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Mentan Amran Tegaskan Integritas Penyaluran Bantuan

Jakarta: Pertanian Reformasi Birokrasi: Kementerian Pertanian Perkuat Pengawasan Bantuan dan Standar Meritokrasi bagi Pejabat Baru.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Kementan RI)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi penyaluran bantuan sektor pertanian. 

Dalam arahannya, Mentan menekankan bahwa setiap bantuan yang dialokasikan harus sampai ke tangan petani tanpa adanya praktik pungutan liar maupun komersialisasi bantuan.

"Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Jika ditemukan pelanggaran, saya pastikan oknum tersebut diberhentikan," tegas Amran dalam acara pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian, dikutip Sabtu 7 Februari 2026.

 Integritas dan Pengawasan Ketat

Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya memastikan bantuan tepat sasaran hingga ke wilayah pelosok. 

Fokus utama pengawasan mencakup distribusi alat mesin pertanian (alsintan) serta stabilitas harga pupuk agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan terhadap 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu pejabat fungsional Ahli Utama tersebut,

 Amran menjelaskan bahwa pemilihan pejabat saat ini murni berbasis pada sistem meritokrasi.

"Ini bukan hadiah, melainkan hasil dari kerja keras saudara sekalian. Kami menerapkan sistem yang bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Nilai Anda murni dari kinerja," tambahnya, menekankan bahwa promosi jabatan ini adalah bagian dari reformasi birokrasi yang selaras dengan visi Presiden.

 Akselerasi Program Strategis

Selain aspek integritas, para pejabat baru mengemban tanggung jawab besar untuk mengawal sejumlah agenda strategis nasional. Beberapa prioritas utama meliputi:

 Optimalisasi Lahan (Oplah): Percepatan produktivitas lahan tidur.
 Program Cetak Sawah: Perluasan area tanam untuk memperkuat ketahanan pangan.
 Brigade Pangan: Penguatan tenaga lapangan dalam mendukung produksi nasional.

 Hilirisasi Pertanian: Meningkatkan nilai tambah produk tani di pasar lokal maupun internasional.
Amran juga menyoroti peran krusial Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai garda terdepan. 

Ia meminta para pimpinan di daerah untuk membina dan memberdayakan PPL guna memastikan inovasi serta kebijakan terbaru tersampaikan dengan baik kepada petani.

 Visi Swasembada dan Dampak Global

Sektor pertanian Indonesia menunjukkan tren positif dengan pencapaian tata kelola keuangan yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Mentan mengklaim bahwa peningkatan produksi nasional memberikan dampak signifikan pada stabilitas pangan global.

"Saat Indonesia berhasil menekan angka impor, harga pangan dunia turut mengalami penurunan. Ini adalah catatan sejarah bagi kita," ujar Amran.

 Kementerian Pertanian menargetkan sasaran yang lebih ambisius, termasuk target ekspor beras dan swasembada gula putih tanpa ketergantungan impor. Amran mengajak seluruh jajarannya untuk menjaga momentum ini demi kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan Republik Indonesia.(*)

Hide Ads Show Ads