Tiga Kecamatan Di Cirebon Dilanda Banjir Akibat Luapan Sungai Cisanggarung
Cirebon:;Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menyebutkan tiga kecamatan di daerah tersebut, yakni Losari, Ciledug dan Waled terendam banjir yang disebabkan luapan air dari aliran sungai Cisanggarung.
Petugas Unit Data dan Informasi BPBD Kabupaten Cirebon Gugum Gumilar di Cirebon, Kamis, mengatakan banjir yang terjadi saat ini dipicu limpasan air dari hulu sungai Cisanggarung setelah terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Rabu (11/2) malam.
“Ada limpasan air dari sungai Cisanggarung, terutama dari wilayah hulunya itu sudah hujan,” katanya.
Dari pendataan sementara, kata dia, ketinggian air di sejumlah titik bervariasi antara 30 hingga 60 cm yang merendam pemukiman serta akses jalan warga.
Ia menyebutkan salah satu lokasi terdampak cukup luas berada di Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon tepatnya di Dusun Pon Blok Pon.
Di wilayah tersebut, pihaknya mencatat sebanyak 280 rumah terendam banjir dengan jumlah warga terdampak mencapai 289 kepala keluarga (KK) atau 840 jiwa.
“Air mulai masuk ke pemukiman warga sejak Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, berdasarkan laporan masyarakat,” katanya.
Ia menyampaikan selain merendam rumah, genangan air sempat menyebabkan akses ruas jalan Ciledug-Losari, Cirebon tidak dapat dilalui kendaraan
“Akibat banjir ini akses jalan Ciledug–Losari sempat ditutup. Namun, sekarang sudah bisa dilewati,” ujarnya.
Ia memastikan saat ini personel gabungan sudah dikerahkan ke lokasi banjir untuk melakukan asesmen serta penanganan terhadap dampak dari peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Losari Polresta Cirebon AKP Sugiono mengatakan luapan air dari Sungai Cisanggarung membuat aktivitas warga terganggu, khususnya masyarakat yang tinggal di Desa Barisan.
Menurut dia, ketinggian air di pemukiman warga sempat mencapai sekitar 50 cm sebelum berangsur turun menjadi sekitar 20 cm saat dilakukan pemantauan pagi hari.
Sugiono menyebut debit Sungai Cisanggarung saat kejadian mencapai sekitar 700 cm, jauh di atas ambang normal 250 cm, sehingga air meluap dan tidak tertahan tanggul.
“Di Kecamatan Losari terdapat tiga desa terdampak, yakni Barisan, Mulyasari dan Losari Kidul, dengan sumber genangan berasal dari luapan langsung sungai dan rembesan tanggul,” ucap dia.(*)
