Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Siapa Saja yang Berhak Terima Angpao? Simak Penjelasannya

Jakarta : Tradisi pemberian angpao menjadi salah satu ciri khas perayaan Tahun Baru Imlek di masyarakat Tionghoa. Namun, tidak semua orang berhak menerima angpao, terutama mereka yang telah menikah.

Ilustrasi angpao pada perayaan imlek (Foto: Freepik)

‎Dalam tradisi Tionghoa, angpao umumnya diberikan kepada generasi yang lebih muda seperti anak-anak atau anggota keluarga belum menikah. Aturan ini kerap menimbulkan pertanyaan, khususnya bagi pasangan muda yang baru memasuki kehidupan pernikahan.

‎Pemberian angpao tidak sekadar bermakna materi semata. Angpao dipandang sebagai simbol doa, harapan keberuntungan, kebahagiaan, serta kesejahteraan di tahun yang baru.

‎Seseorang yang telah menikah dianggap memasuki fase kehidupan lebih stabil dan mandiri secara ekonomi. Karena itu, mereka dipandang tidak lagi memerlukan angpao sebagai simbol berkah.

‎Tradisi ini juga berkaitan dengan pembagian peran dan tanggung jawab dalam keluarga besar Tionghoa. Pasangan yang telah menikah memiliki kewajiban moral untuk memberikan angpao kepada generasi lebih muda.

‎Pemberian angpao dari yang lebih tua kepada yang lebih muda mencerminkan nilai hierarki dan kebersamaan keluarga. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan hubungan antargenerasi.

‎Meski tidak lagi menerima angpao, orang dewasa yang telah menikah tetap berperan aktif dalam tradisi Imlek. Mereka memberikan angpao kepada anak, keponakan, atau kerabat keluarga yang belum menikah.

‎Tradisi tersebut melambangkan harapan agar berkah dan rezeki terus mengalir kepada generasi berikutnya. Angpao juga menjadi sarana mempererat ikatan kekeluargaan saat perayaan Imlek berlangsung.

‎Secara keseluruhan, aturan tidak menerima angpao bagi orang menikah merupakan bagian dari filosofi budaya Tionghoa. Filosofi ini menekankan kesinambungan berkat, tanggung jawab, serta kemakmuran dalam kehidupan keluarga.(*)

Hide Ads Show Ads