Presiden Prabowo: Tahun Ini Pemerintah Akan Bangun 10 Universitas Baru
Jakarta : Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menuturkan bahwa pemerintah berencana untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Tanah Air. Di mana, pada tahun 2026 akan ada 10 universitas baru yang akan dibangun.
“Tahun ini kita akan membangun 10 universitas baru dan satu lembaga khusus administrasi pemerintahan untuk menyiapkan kader-kader terbaik bangsa,” ujarnya saat menghadiri acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah menyiapkan Beasiswa Garuda Sarjana Tahun 2026 guna memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional. Hal tersebut, diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika pembangunan sumber daya manusia (SDM) ini merupakan fondasi utama dalam mendukung kemajuan bangsa.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi akademik kuat serta mampu bersaing di tingkat internasional.
Selain itu, ia menegaskan jika pemerintah berkomitmen memberikan akses pendidikan terbaik bagi putra-putri bangsa melalui skema beasiswa yang terukur dan berkelanjutan.
“Talenta terbaik Indonesia harus mendapatkan kesempatan untuk belajar di lingkungan akademik kelas dunia agar mampu membawa kemajuan bagi bangsa,” kata Brian Yuliarto kutip Rabu, 11 Februari 2026.
Diinformasikan, beasiswa Garuda Sarjana dirancang untuk menjaring calon mahasiswa berprestasi yang akan menempuh pendidikan tinggi berkualitas.
Dimana, mulai tahun 2026 skema beasiswa ini diperluas dengan menghadirkan program joint degree dan double degree bekerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.
Menteri Brian menjelaskan, mahasiswa penerima beasiswa tetap dapat menempuh studi di perguruan tinggi unggulan dalam negeri, namun juga memperoleh pengalaman akademik internasional melalui kerja sama lintas negara.
“Kampus-kampus terbaik di Indonesia akan dipadukan dengan mitra luar negeri melalui program joint degree maupun double degree,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa mekanisme seleksi Beasiswa Garuda Sarjana dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan berbasis pada kompetensi peserta.(*)
