Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Korban Longsor Pasirlangu Pertanyakan Uang Kontrakan yang Dijanjikan Gubernur

Bandung: Warga yang terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengakui belum semuanya mendapat kejelasan soal bantuan uang kontrakan yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Aspirasi warga itu terkemuka di posko pengungsian Kantor Desa Pasirlangu, Selasa 27 Januari 2026.
Lokasi bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Proses pencarian terus berlangsung hingga kini, Selasa 27 Januari 2026

Seorang warga RW 11 Pasirkuning, Hanifah (20) mengatakan ia beserta keluarganya telah mengungsi selamat empat hari. Rumahnya hancur bagian belakangnya oleh longsor.

“Rumah saya tidak terdampak semua, tapi bagian belakang sudah rata. Ngungsi di sini sudah empat hari sejak kejadian,” kata Hanifah, Selasa 27 Januari 2026.

Hingga saat ini, Hanifah mengatakan belum mendapat bantuan uang kontrakan seperti yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Selain itu, menurutnya juga belum ada pendataan resmi atau sosialisasi kepada dirinya yang terdampak.

Lahan sawah milik Hanifah dan keluarganya juga tergerus oleh tanah longsor, dua sapi miliknya juga hilang. Kendati demikian, ia juga mendengar kabar sebagian warga ada yang sudah mendapat bantuan tersebut

“Belum dapat uang kontrakan, belum ada sosialisasi juga. Katanya ada yang sudah dapat, tapi tidak semua. Saya juga belum didata. Sawah kami habis, sapi dua ekor juga hilang,”ujarnya.

Warga lainnya, Jejen (35) juga senada dengan Hanifah yang mengatakan belum mendapat bantuan uang yang dijanjikan. Wilayah tempatnya tinggal itu disebut masuk dalam zona merah.

“Informasi yang saya dapat, daerah saya masuk zona merah, sama seperti rumah Hanifah dan orang tuanya. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan atau tindak lanjut dari yang disampaikan Pak Gubernur,” kata Jejen.

Jejen menolak anggapan bahwa warga di tempat itu melakukan alih fungsi lahan. Jejen berpendapat lahan yang terdampak longsor adalah tanah pribadi yang kepemilikannya telah lama.

“Katanya masyarakat di sini alih fungsi lahan. Padahal itu tanah pribadi saya, luasnya sekitar 100 tumbak. Sedih rasanya dituduh seperti itu,” kata Jejen.

Warga terdampak hingga saat ini masih menunggu kepastian soal pendataan, bantuan, dan langkah lanjutan dari pemerintah setelah tempat tersebut dilanda longsor.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun meninjau langsung longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada hari pertama kejadian, Sabtu 24 Januari 2026. Dedi terlihat ikut melakukan evakuasi, bersama dengan warga serta petugas gabungan.

Langkah ke depan dari kejadian tersebut, Pemprov Jawa Barat akan merelokasi rumah-rumah warga di sekitar lokasi bencana. Dedi menilai area itu tidak kayak huni karena potensi bencana yang tinggi.

“Warga harus segera direlokasi dan kawasan ini sebaiknya dihutankan saja,” ujar Dedi pada Sabtu 24 Januari 2026 lalu.

Pemprov Jabar juga menyiapkan bantuan bagi keluarga korban. Setiap kepala keluarga yang anggota keluarganya meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp 25 juta.(*)

Hide Ads Show Ads