Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Tragedi Tambang Emas Ilegal Sarolangun: 8 Tewas

Sarolangun: Tebing longsor akibat hujan deras menimbun pekerja di lubang galian ilegal Desa Temenggung.
Tragedi Tambang Emas Ilegal Sarolangun: 8 Tewas

Sebuah insiden maut terjadi di kawasan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun. 

Bencana tanah longsor yang terjadi pada Selasa sore tersebut merenggut nyawa delapan pekerja dan menyebabkan empat lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini dipicu oleh stabilitas tanah yang rapuh setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat dalam durasi yang lama. Struktur tebing galian yang tidak kokoh tiba-tiba runtuh, mengubur para penambang yang tengah beraktivitas di kedalaman lubang.

Berdasarkan laporan awal, lokasi tambang ilegal tersebut berada di area lahan milik warga setempat berinisial ID. Kepolisian daerah telah mengonfirmasi bahwa seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang terluka, telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

"Petugas mencatat delapan korban jiwa, sementara empat korban luka telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis," ungkap Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, saat memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan situasi di lapangan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan tidak ada korban tambahan yang tertimbun. 

Selain itu, penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab teknis longsor serta menetapkan langkah hukum terkait aktivitas ilegal di lahan tersebut.

Tragedi ini kembali memicu peringatan keras dari aparat penegak hukum mengenai risiko fatal penambangan ilegal. Selain melanggar ketentuan hukum yang berlaku, aktivitas ini dinilai mengabaikan standar keselamatan kerja dan memicu kerusakan ekosistem lingkungan yang masif.
Tragedi Tambang Emas Ilegal Sarolangun: 8 Tewas

Masyarakat diimbau untuk menghentikan seluruh kegiatan penambangan tanpa izin demi mencegah terulangnya kehilangan nyawa di masa mendatang.(*).

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads