Tanggul Jebol, Pemukiman Ratusan KK Muara Gembong Jabar Terendam
Bekasi : Jebolnya tanggul Sungai Citarum, Bekasi, Jawa Barat (Jabar) merendam permukiman ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, akibat meningkatnya debit air sungai. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi.
![]() |
| Petugas BPBD Kabupaten Bekasi saat mengecek kondisi permukiman warga yang terdampak jebolnya tanggul di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Selasa, 20 Januari 2026, (Foto: BPBD Kabupaten Bekasi) |
Dodi mengatakan tingginya debit air sungai menyebabkan tanggul penahan air jebol sepanjang kurang lebih delapan meter. Ia mengatakan banjir berdampak pada beberapa kampung dengan ratusan kepala keluarga terdampak.
“Debit air Sungai Citarum meningkat sehingga mengakibatkan tanggul penahan air jebol. Akibatnya, air meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian antara 10 hingga 60 sentimeter,” kata Dodi Supriadi dalam keterangan pers di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 20 Januari 2026.
Dodi mengatakan wilayah terdampak banjir meliputi lima kampung di Desa Pantai Bakti dengan ratusan kepala keluarga terancam terdampak. Menurut Dodi, BPBD Kabupaten Bekasi telah melakukan penanganan awal dengan berkoordinasi bersama aparat kecamatan, desa, RT/RW, serta unsur TNI-Polri.
“Kami sudah melakukan pendataan di lapangan dan menyalurkan logistik seperti bronjong, karung, terpal, makanan siap saji, air mineral, dan paket sembako. Saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing karena belum ada pengungsian,” ucap Dodi.
Saat ini, kata Dodi, kondisi terkini air masih melimpas dan pihaknya merekomendasikan pembangunan turap permanen. Hal ini sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ke depan, kami merekomendasikan pembangunan turap permanen di lokasi tanggul kritis. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir susulan,” ucap Dodi.
Salah satu warga, Satibi, (42) mengatakan tanggul jebol terjadi saat dini hari. Ia menduga tanggul yang masih berupa tanah gembur terkikis akibat bocor-bocor kecil sebelum akhirnya jebol.
"Curah hujan sudah berhari-hari, tanggulnya masih tanah gembur. Jadi terkikis dari bocoran-bocoran kecil sampai akhirnya jebol," kata Satibi.(*)

