Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

RDP dengan Kemenperin, DPR Ungkap Keluhan Pelaku Industri

Jakarta : Komisi VII DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam kesempatan tersebut, DPR mengungkap berbagai persoalan yang dihadapi pelaku industri dan pengelola kawasan industri.

Menteri Perindustrian Agus Guniwang Kartasasmita saat menggelar RDP dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Mulai dari mahalnya harga gas industri hingga rumitnya perizinan tata ruang yang menghambat investasi. Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty menyebut, salah satu persoalan yang disoroti adalah biaya energi dan gas industri. 

“Keluhan ini tidak hanya datang dari industri di luar kawasan, tetapi juga dari perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan industri. Harga gas bagi perusahaan yang berada di dalam kawasan industri justru lebih mahal dibandingkan perusahaan di luar kawasan industri,” ujar Evita di Gedung DPR RI, Senin , 26 Januari 2026. 

Selain persoalan harga, pelaku usaha juga mengeluhkan pasokan gas yang tidak kontinu di sejumlah daerah. Kondisi tersebut diperparah oleh sistem dan mekanisme penyaluran gas yang dinilai menyulitkan pelaku usaha dan pengelola kawasan industri. 

Selain itu, Komisi VII juga menyoroti persoalan hilirisasi industri. Ia menilai keterkaitan antara industri hulu dan hilir dinilai masih lemah. 

Menurutnya, banyak industri pengolahan hasil tambang belum berkembang optimal karena bahan baku antara masih bergantung pada impor. Terlebih harganya yang tidak kompetitif atau tidak tersedia di dalam negeri.

“Akibatnya, proses hilirisasi dinilai masih berhenti pada tahap awal. Belum mampu menciptakan ekosistem manufaktur yang kuat di dalam negeri,” ucapnya. 

Sementara, itu Menperin mengungkapkan telah menyelesaikan tahap uji coba (piloting) teknologi Carbon Capture Utilization (CCU). Hal ini menurutnya sebagai bagian dari percepatan transformasi industri nasional menuju industri hijau.

“Domain kami bukan storage melainkan menggunakan pendekatan CCU. Yaitu menangkap dan memanfaatkan karbon,” ujar Agus Gumiwang.

Menurutnya uji coba teknologi CCU tersebut telah dilakukan di PT Petrokimia Gresik dan menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Berdasarkan survei lapangan, teknologi tersebut mampu menangkap emisi karbon lebih dari 90 persen dari aktivitas pabrik.(*) 

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads