Pipa Gas PT Transgasindo di Batu Ampar Bocor, Jalintim Sumatera Ditutup Sementara
Batu Ampar : Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Gas Negara) yang menghubungkan Sumatera Selatan menuju Dumai mengalami kebocoran hebat di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).(5/1/26)
![]() |
| Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Gas Negara) yang menghubungkan Sumatera Selatan menuju Dumai mengalami kebocoran hebat di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). |
Kejadian yang bermula pada Jumat, 2 Januari 2026 sore, sekitar pukul 16.30 WIB ini memaksa otoritas setempat menutup total akses Jalan Lintas Timur Sumatera demi keamanan masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Provinsi Riau dan pihak perusahaan terkait untuk mitigasi dampak kebocoran.
“Kami telah menghubungi PT Transgasindo di Belilas, dan tim teknis mereka sedang menuju lokasi. Saat ini, personel Damkar dan tim BPBD Inhil juga segera dikerahkan ke titik kejadian untuk melakukan pengamanan dan pemadaman,” ujar R. Arliansyah dalam keterangannya dikutip pada Sabtu 3 Januari 2026.
Mengingat pipa gas tersebut melintas di sepanjang Jalan Lintas Timur dan berdekatan dengan area pemukiman, BPBD Inhil mengeluarkan instruksi darurat berupa penutupan jalur secara total sementara bagi seluruh jenis kendaraan untuk menghindari risiko fatalitas di area lokasi.
Selain itu, masyarakat dilarang keras mendekati lokasi kejadian, terutama bagi warga di kawasan Selensen, mengingat jarak pipa gas yang sangat dekat dengan pemukiman padat penduduk. Pihak pengelola gas saat ini tengah berupaya melakukan pemutusan aliran gas (shutdown) guna mencegah potensi kebakaran meluas.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih berupaya mensterilisasi lokasi untuk memastikan keamanan di sekitar titik kebocoran.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menjauhi area terdampak, dan mengikuti instruksi dari petugas di lapangan hingga situasi dinyatakan aman sepenuhnya,” tutup R. Arliansyah(*).

