Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Menjadi Keprihatinan Dunia, PBB-AS Tandatangani Perjanjian Pendanaan Kemanusiaan USD2 Miliar

Jenewa: PBB dan Amerika Serikat meresmikan sebuah perjanjian dengan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar USD2 miliar untuk program-program bantuan global. Langkah ini dipuji oleh pejabat bantuan tertinggi PBB sebagai komitmen penting untuk menyelamatkan nyawa di tengah meningkatnya kebutuhan kemanusiaan di seluruh dunia.

Biskuit berenergi tinggi didistribusikan kepada keluarga-keluarga yang baru mengungsi di Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo (Foto:WFP/Musa Abema)

Koordinator Bantuan Darurat PBB Tom Fletcher memberikan penghormatan kepada para pekerja kemanusiaan yang beroperasi dalam kondisi yang semakin sulit. Ia menggambarkan tahun lalu sebagai tahun yang sangat, sangat sulit bagi semua orang yang terlibat dalam aksi kemanusiaan.(1/1/26)

Terlepas dari tantangan tersebut, ia mengatakan bahwa perjanjian tersebut, yang dikenal sebagai nota kesepahaman atau MOU, menawarkan alasan untuk optimisme. “Jutaan, jutaan orang lagi akan mendapatkan dukungan yang sangat mereka butuhkan,” kata Fletcher.

Fletcher menambahkan bahwa pendanaan tersebut akan membantu menyelamatkan puluhan juta nyawa di tahun mendatang. Perjanjian tersebut mencakup 17 negara yang terkena dampak krisis.

Antara lain, Guatemala, Honduras, El Salvador, Ukraina, Haiti, Nigeria, Ethiopia, Sudan Selatan, Mozambik, Myanmar dan Republik Demokratik Kongo (DRC). Kemudian, Sudan, Bangladesh, Suriah, Uganda, Kenya, dan Chad, serta Dana Tanggap Darurat Pusat PBB (CERF).

Fletcher mengatakan dampak sebenarnya dari kesepakatan penting ini adalah dampaknya di lapangan. "Angka yang benar-benar penting adalah jutaan nyawa akan diselamatkan," ucapnya.

Ia mencatat bahwa pendanaan tersebut mendukung rencana PBB tahun 2026 untuk menjangkau 87 juta orang dengan bantuan darurat. Rencana itu, katanya, telah "diprioritaskan secara berlebihan" untuk mengurangi duplikasi, merampingkan birokrasi, dan memaksimalkan efisiensi di seluruh sistem kemanusiaan.

Kesepakatan ini merupakan bentuk kepercayaan besar terhadap Penataan Ulang Kemanusiaan yang telah diumumkan Fletcher pada Maret 2025. Yaitu, untuk memberikan bantuan lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih dekat kepada orang-orang yang paling membutuhkannya.

Fletcher menekankan para donor mengharapkan hasil, dan mengatakan bahwa mekanisme akuntabilitas akan memastikan bahwa setiap dolar yang kita belanjakan dilacak. Untuk memastikan bahwa dana tersebut menyelamatkan nyawa.

Ia turut menyoroti hubungan antara aksi kemanusiaan dan diplomasi, menyerukan agar 2026 menjadi tahun diplomasi dan perdamaian. Mengakhiri konflik, katanya, tetap merupakan cara paling efektif untuk mengurangi kebutuhan kemanusiaan.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads