Pemerintah Pastikan Atlet Nasional Peroleh Beasiswa Pendidikan Tinggi
Jakarta :Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisantek) terus memperkuat jaminan pendidikan tinggi atlet nasional. Di mana, komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menuturkan bahwa pertermuan tersebut guna membahas penyelarasan program beasiswa agar lebih adaptif terhadap kebutuhan atlet.
Tak hanya itu, ia dengan tegas mengatakan bahwa negara memiliki tanggung jawab memastikan atlet tetap memperoleh hak pendidikan yang berkualitas tanpa mengorbankan pembinaan prestasi.
“Kita ingin para atlet memiliki ruang berkembang yang seimbang. Prestasi olahraga tetap berjalan, tetapi pendidikan tinggi juga harus menjadi prioritas yang terjaga,” ujar Menteri Brian, Sabtu, 21 Februari 2026.
Menurutnya, penguatan skema beasiswa perlu dibangun dengan sistem yang terstruktur dan berbasis data.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika Integrasi database atlet nasional menjadi salah satu agenda penting agar proses seleksi dan pemantauan studi dapat dilakukan secara terukur.
“Dengan sistem pendataan yang terpadu, kita bisa merancang kebijakan yang lebih presisi. Mulai dari identifikasi kebutuhan, penentuan program studi, hingga pengawasan progres akademiknya,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang hadir bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, menegaskan pentingnya kepastian masa depan bagi atlet, khususnya setelah mereka tidak lagi aktif bertanding.
“Pembinaan olahraga itu proses jangka panjang. Namun kita juga harus memastikan ketika masa kompetisi selesai, mereka sudah siap melangkah ke fase berikutnya dengan bekal pendidikan yang memadai,” kata Menteri Erick.
Ia menambahkan, sinergi lintas kementerian menjadi kunci agar atlet tidak dihadapkan pada pilihan sulit antara mengejar medali atau melanjutkan pendidikan.
“Kita perlu sistem yang jelas dan berkelanjutan, supaya tidak ada lagi atlet yang merasa tertinggal secara akademik karena fokus membela negara,” tegasnya.
Langkah kolaboratif ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menaruh perhatian besar pada penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Prestasi di arena internasional dinilai harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas intelektual generasi muda.
Sebagai tindak lanjut, kedua kementerian akan memperkuat koordinasi teknis, termasuk penyusunan mekanisme bersama dalam pengelolaan dan pemanfaatan data atlet untuk perencanaan beasiswa.(*)

