Menkes Sebut Semua RS di Sumatera Sudah Beroperasi, Kini Fokus ke Rumah Tenaga Kesehatan
Jakarta: Pemerintah memastikan seluruh rumah sakit di wilayah terdampak bencana di Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Setelah tahap pemulihan fasilitas kesehatan utama rampung, pemerintah mengalihkan fokus pada pemulihan rumah tenaga kesehatan agar layanan medis dapat kembali berjalan normal sepenuhnya.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemulihan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada bangunan rumah sakit dan puskesmas, tetapi juga pada kondisi para tenaga medis dan keluarganya yang banyak terdampak bencana.
"Kalau rumah sakitnya sudah beres tapi rumah tenaga kesehatannya belum, mereka tidak bisa bekerja normal. Ada yang masih di pengungsian, masih mengurus keluarganya, ini tentu memengaruhi layanan ke masyarakat," kata Budi, dalam konferensi pers secara daring, Senin, 12 Januari 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dari 87 rumah sakit yang terdampak bencana, sembilan di antaranya sempat tidak bisa beroperasi karena terendam banjir.
Namun, berkat dukungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan kementerian terkait, seluruh rumah sakit tersebut kini sudah kembali melayani pasien, meski sebagian masih dengan kapasitas terbatas.
Selain rumah sakit, pemulihan juga dilakukan pada puskesmas. Dari 867 puskesmas yang terdampak di tiga provinsi, jumlah yang tidak dapat beroperasi kini tinggal tiga unit, dengan dua di antaranya harus dibangun ulang dan akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.
"Secara infrastruktur layanan kesehatan, kita sudah jauh lebih baik. Sekarang tantangannya adalah memastikan orang-orangnya, tenaga kesehatan itu, bisa kembali bekerja secara penuh," ujarnya.
Karena itu, Kementerian Kesehatan mengusulkan percepatan rehabilitasi rumah tenaga kesehatan yang terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 3.265 unit rumah tenaga kesehatan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah didata dan diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti.
Budi menegaskan, percepatan perbaikan rumah tenaga kesehatan menjadi kunci agar layanan kesehatan pascabencana bisa kembali optimal, terlebih menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, saat kebutuhan layanan medis biasanya meningkat.
"Beban tenaga kesehatan justru makin berat setelah bencana. Kalau mereka tidak segera kembali ke rumah dan hidup normal, sulit bagi kita memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal," ungkapnya.
Pemerintah bersama BNPB dan Kementerian Dalam Negeri akan memantau proses verifikasi dan pencairan bantuan setiap pekan agar perbaikan rumah tenaga kesehatan dapat segera dimulai dan berdampak langsung pada pemulihan layanan kesehatan masyarakat.(*)

