Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Legislator Pastikan 386 WNI di Iran Aman

Jakarta : Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyambut baik upaya Kementerian Luar Negeri dalam melindungi WNI di Iran. Tercatat, sebanyak 386 WNI di Iran saat ini berada dalam kondisi aman. 

Sekelompok warga membawa bendera Iran usai mengikuti salat Jumat di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran, Jumat, 9 Januari 2026, menyusul kerusuhan antipemerintah yang merebak sejak akhir tahun lalu. (Foto: GETTY IMAGES)

Menurutnya, keselamatan warga negara Indonesia (WNI) selalu menjadi prioritas utama. "Kami mendukung langkah-langkah pemerintah yang mengedepankan perlindungan WNI, keselamatan WNI selalu menjadi prioritas utama," katanya, Sabtu, 17 Januari 2026.

Meski demikian, jika situasi di lapangan menunjukan eskalasi yang berpotensi membahayakan, maka pemerintah akan bertindak tegas. Salah satunya dengan mengeluarkan opsi evakuasi terhadap seluruh WNI di Iran. 

Menurutnya, semua langkah akan dilakukan melalui koordinasi penuh antara pemerintah pusat dan perwakilan Republik Indonesia di Iran. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan WNI.

"Opsi evakuasi harus dipertimbangkan secara serius dengan koordinasi penuh. Kordinasi ini melibatkan antara pemerintah Indonesia dan perwakilan RI di Iran," ujarnya, menegaskan. 

Ia mengatakan, posisi pemerintah saat ini menekankan pentingnya sikap hati-hati dan diplomatis. Salah satunya dengan menjaga hubungan diplomatik yang baik, serta tetap berpegang pada prinsip non-intervensi. 

"Intinya, Indonesia harus bersikap tegas dalam melindungi kepentingan nasional. Namun tetap diplomatis dalam menyikapi dinamika politik di negara lain," ucap Dave. 

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan warga negara Indonesia (WNI) di Iran dalam kondisi aman sampai saat ini. Kemlu menyebut para WNI tak terdampak demonstrasi di Iran.

"Dapat kami sampaikan bahwa sejauh ini dilaporkan KBRI Tehran, mereka (WNI) dalam kondisi aman. Tidak terdampak oleh demonstrasi yang berlangsung, mayoritas merupakan pelajar," kata Juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl, Sabtu, 17 Januari 2026.

Pihaknya memastikan, KBRI Tehran terus menjalin komunikasi dengan para WNI. Ia mengakui sempat terjadi kendala komunikasi akibat pembatasan internet yang diberlakukan oleh pemerintah Iran.

"KBRI terus berkomunikasi dengan para WNI tersebut. Meskipun sempat ada kendala komunikasi reguler akibat pembatasan internet, sejak 12 Januari 2026," ujarnya.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads