Polisi Selidiki Laporan Terkait Dugaan Pencemaran Kali Cimatuk Kecamatan Tenjo
Bogor : Polisi sedang menindaklanjuti laporan masyarakat terkait banyaknya ikan yang mati, di aliran kali Cimatuk Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor. Jumat 16 Januari 2026. Laporan tersebut ditindaklanjuti Polsek Tenjo, dengan dibantu oleh tim ahli dalam mengambil sample aliran air kali Cimatuk.
Kapolsek Tenjo Iptu Hendrik Hartono menjelaskan kepada tim ahli untuk pengambilan sample nya. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan ke lokasi TKP.
“Ini bentuk pelayanan kepolisian menindak lanjuti adanya pengaduan dari masyarakat. Lokasi yang kita cek di Kampung Kompa Desa Ciomas Kecamatan Tenjo,” ujar Iptu Hendrik Hartono, Jum’at 16 Januari 2026.
Aliran Kali Cimatuk Desa Ciomas Kecamatan Tenjo mengalir dari wilayah hulunya di Rengasjajar Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukam di temukan ikan mati dan kali yang berbau khas.
“Untuk pemeriksaan dan pengecekan kondisi air Kali Cimatuk, apakah tercemar atau tidak, itu nanti tupoksi nya ada di Dinas Lingkungan Hidup. Kami hanya melayani dan menindak lanjuti aduan masyarakat,” tambah Kapolsek.
Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Cholid Mawardi menjelaskan banyak faktor yang mengakibatkan terjadinya kondisi tersebut. Lebih lanjut Chalid Mawardi menambahkan Untuk memastikan terjadinya pencemaran, Harus ada 2 uji lab yaitu kandungan kualitas air dan kandungan zat yg ada di ikan.
"Bisa pemcemaran, bisa perubahan fisik dan suhu pada air, terganggunya rantai pasok makanan, ekosistim sungai beruba dan memerlukan uji tes lab sebelum disimpulkan," tambah Cholid.
Ada 3 kemungkinan mengapa ikan bisa mati di sungai diantaranya:
1. karena di musim hjn spr ini, terkadang endapan tanah di dasar sungai terangkat ke atas dan tanah tsb bs mengurangi kadar oksigen dlm air atau bahkan mengandung zat berbahaya bagi ekosistem sungai.
2. Kemungkinan pola tangkap ikan dengan bahan kimia
3. Pembuangan limbah
Sementara itu 3 kemungkinan itu bisa dikatakan pencemaran, Untuk kategori nomor 1 dan 2 akan sulit diungkap pelaku nya. Dikarenakan hujan deras dan luapan air sungai berdampak pada kondisi sungai secara umum. Bagian dasar sungai saat terjadi luapan air terangkat yang juga mengganggu habitat di sungai tersebut.
Polisi dan tim ahli hingga kini masih terus melakukan pendalaman, untuk memgungkap kejadian tersebut.(*)

