Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Badai Hujan Gaza Sebabkan Banjir, 6 Orang Meninggal

Gaza: Badai hujan melanda Jalur Gaza pada Selasa (13/1/2026) dan menyebabkan sedikitnya enam orang meninggal dunia, menurut pejabat kesehatan setempat. Hujan deras dan angin kencang membanjiri ratusan tenda pengungsi serta merobohkan sejumlah rumah yang menjadi tempat berlindung pengungsi.

Banjir di Gaza, Palestina (Foto: X - UNRWA)

Melansir dari CBC News, sebagian besar korban meninggal terjadi di sekitar pantai Kota Gaza. Lima orang, termasuk dua perempuan dan seorang anak perempuan, meninggal akibat runtuhnya bangunan.

Sementara itu, seorang bayi laki-laki berusia satu tahun dilaporkan meninggal akibat hipotermia di Deir al-Balah, Gaza Tengah. Angin kencang mencabut tenda-tenda dari pasaknya, bahkan melemparkannya hingga puluhan meter, sementara tenda lainnya terendam lumpur.

Tiga dari korban meninggal berasal dari satu keluarga yang sama. Mereka meninggal setelah sebuah tembok setinggi delapan meter runtuh menimpa tenda mereka di kawasan pesisir Kota Gaza.

Sedikitnya lima orang lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Keluarga korban dan warga sekitar berupaya membersihkan puing-puing serta membangun kembali tenda darurat dengan peralatan seadanya.

Sejak gencatan senjata, hampir dua pertiga Gaza dikosongkan, memaksa lebih dari dua juta penduduk tinggal di wilayah sempit dekat pantai. Sebagian besar pengungsi hidup di tenda darurat atau bangunan yang rusak, membuat mereka sangat rentan terhadap cuaca ekstrem.

Kantor media pemerintah Gaza menyebut sedikitnya 31 kematian terkait musim dingin sejak awal musim hujan. Angka tersebut termasuk akibat paparan dingin dan runtuhnya bangunan yang tidak aman.

Sekitar 7.000 tenda dilaporkan rusak dalam 48 jam terakhir, sementara banyak warga tidak memiliki tempat tinggal alternatif. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan ratusan lokasi pengungsian berada dalam risiko tinggi banjir.

PBB juga menegaskan kebutuhan mendesak akan sedikitnya 300.000 tenda baru. Musim dingin memperparah penderitaan warga Gaza, yang hidup dalam kondisi krisis kemanusiaan selama lebih dari dua tahun konflik.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads