Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Akibat Terendam Banjir, Warga bBekasi Tuntut Penangguhan Pembayaran Cicilan

Bekasi:Warga perumahan Nebraska, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi meminta pihak developer memberikan penangguhan cicilan perumahan. Hal ini sebagai salah satu bentuk kompensasi atas banjir parah yang meraka alami.

Petugas pemadam kebakaran saat menembus banjir di Perumahan Nebraska, Kabupaten Bekasi, Senin, 26 Januari 2026.


Salah seorang warga bernama Jeremia meminta penangguhan pembayaran sebanyak tiga bulan ke depan. Pasalnya usai terdampak banjir banyak pengeluaran yang mesti ia keluarkan.

Ia mengaku membutuhkan penangguhan pembayaran sebab berencana mengontrak rumah untuk sementara waktu. Sebab ia khawatir banjir kembali datang melanda di tengah musim hujan yang belum surut.

"Kita maunya ada penangguhan cicilan dari pihak developer paling tidak tiga bulan ke depan, kalau bisa gratis. Karena kita kan butuh uang untuk mengontrak karena takut banjir lagi," katanya, kepada wartawan, Senin, 26 Januari 2026.

Sebagai warga, ia mengaku was-was dengan kondisi perumahan yang kerap dilanda banjir. Apalagi ia memiliki anak kecil yang baru berusia 4 bulan.

"Kita kan ada anak kecil di rumah. Kita takut sewaktu-waktu banjir gak bisa evakuasi. Jadi biar aman saya rencana mau mengontrak," katanya.

Ia menjelaskan, saat membeli perumahan tersebut pihak developer menyebut perumahan yang akan dibelinya tidak banjir. Namun kenyataannya tidak demikian, hampir dua tahun menghuni perumahan tersebut ia sudah lima kali kebanjiran.

Padahal untuk tinggal di perumahan tersebut ia harus mengeluarkan uang Rp15 juta hingga serat terima kunci. Dan setiap bulannya harus mengeluarkan uang Rp1,4 juta lebih per bulan untuk membayar cicilan.

"Sudah lima kali banjir sejak tinggal di sini. Tapi yang paling parah kali ini airnya tinggi banget," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan salah seorang Ketua RT di Perumahan Nebraska, Andru yang saat ini sudah pindah ke rumah kontrakan. Ia memilih mengontrak karena banjir masih bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Saya sekarang ngontrak karena mengindari banjir yang bisa saja terjadi. Jujur saya selaku warga merasa was-was takut malam-malam banjir kita tidak bisa evakuasi," katanya.

Sementara itu, pantauan di lokasi kondisi perumahan sampai saat ini masih terendam banjir setinggi 30 hingga 50 centi meter. Sedangkan warga masih memilih bertahan di pengungsian di Mushola Al Hakim.

Banjir sendiri sebenarnya sudah surut pada Minggu, 25 Januari 2026 sejak melanda perumahan tersebut pada Jumat, 23 Januari 2026. Hanya saja hujan deras pada Minggu malam membuat air kembali membanjiri perumahan.

Sekadar informasi banjir melanda Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi sejak Jumat, 23 Januari 2026. Akibat banjir tersebut sejumlah perumahan terdampak salah satunya Nebraska termasuk sejumlah wilayah perkampungan(*).

Hide Ads Show Ads