Iran Sebut Kesepakatan AS dalam Jangkauan
Teheran : Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat kini berada dalam jangkauan. Kesepakatan tersebut dinilai penting untuk menghindari konfrontasi militer antara kedua negara, dilansir dari France24, Kamis, 26 Februari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang putaran ketiga perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pekan ini. Abbas Araghchi menyebut momen tersebut sebagai peluang bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Araghchi menegaskan, hal itu hanya dapat terwujud jika diplomasi benar-benar diprioritaskan. Ia menegaskan, Iran tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir.
Namun, Iran tetap bersikeras mempertahankan haknya untuk memanfaatkan teknologi nuklir untuk tujuan damai serta menjaga kedaulatan negara. Perundingan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan. Washington juga meningkatkan pengerahan militernya di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran.
Menanggapi ancaman tersebut, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan akan dianggap sebagai tindakan agresi dan akan dibalas secara tegas. Ketegangan ini terjadi setelah lima putaran perundingan nuklir tahun lalu terhenti akibat konflik dengan Israel yang memicu perang 12 hari.
Di tengah dinamika eksternal tersebut, situasi dalam negeri Iran juga memanas. Mahasiswa di sejumlah universitas di Teheran kembali menggelar aksi protes, bahkan terjadi bentrokan di salah satu kampus.(*)

