Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Eropa Berkomitmen Terus Dukung Ukraina Melawan Rusia

Kyiv; Empat Tahun Invasi: Pemimpin Uni Eropa Tegaskan Solidaritas di Kyiv Saat Biaya Rekonstruksi Membengkak.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, 22 Februari 2026 Foto: AL JAzeera/Ali

Para pemimpin Uni Eropa melakukan kunjungan diplomatik ke Kyiv guna memperingati empat tahun invasi skala penuh Rusia ke Ukraina. 

Dalam pertemuan tersebut, blok Benua Biru tersebut secara resmi menyatakan komitmennya untuk tetap "berdiri teguh" dan mendukung pertahanan Ukraina dalam jangka panjang.

Kegagalan Target Strategis Moskow

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menegaskan bahwa ambisi militer Kremlin tidak berjalan sesuai rencana. 

Ia menyatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah gagal mencapai "tujuan perang" utama yang dicanangkan sejak awal invasi.

Di sisi lain, pihak Moskow tetap pada pendiriannya. Pemerintah Rusia menyatakan bahwa target dari apa yang mereka sebut sebagai "operasi militer khusus" hingga kini memang belum terpenuhi sepenuhnya. Oleh karena itu, Rusia mengonfirmasi akan terus melanjutkan kampanye militernya di wilayah tersebut.

Upaya Diplomasi dan Dampak Ekonomi

Meskipun intensitas pertempuran belum mereda, jalur diplomasi tetap diupayakan. Putaran pembicaraan damai terbaru telah dilaksanakan di Jenewa awal bulan ini, menandai upaya kesekian kalinya untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II tersebut.

Namun, di tengah kebuntuan militer, beban ekonomi pascaperang terus meningkat tajam. Laporan terbaru dari Bank Dunia menunjukkan lonjakan signifikan pada estimasi biaya rekonstruksi Ukraina.

"Biaya pemulihan dan pembangunan kembali Ukraina kini diperkirakan mencapai USD 588 miliar pada akhir tahun lalu, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar USD 524 miliar," lapor Bank Dunia dalam tinjauan fiskal terbarunya.

Kenaikan angka ini mencerminkan kerusakan infrastruktur yang kian meluas seiring berlanjutnya konflik, yang kini menjadi tantangan besar bagi stabilitas ekonomi kawasan di masa depan.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads