Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Arab Saudi Larang Impor Ayam dari 40 Negara, Ini Respons Peternak Indonesia

Jakarta - Ketua Umum Komunitas Peternak Unggas Nasional menanggapi kebijakan Arab Saudi yang melarang impor ayam dan telur dari 40 negara. Ia menilai pemerintah Arab Saudi tentu telah mempertimbangkan seluruh aturan sebelum menetapkan kebijakan tersebut.
Ilustrasi ayam dan telurnya di sebuah peternakan (Foto: Freepik)

“Saya melihatnya Arab Saudi itu kan pasti sudah membuat sudah memikirkan semua aturan. Tapi pada prinsipnya untuk pemerintah Indonesia sudah membuat aturan bahwa daging ayam maupun telur ayam itu yang dikonsumsi itu bebas dari antibiotik,” ujar Ketua Umum Komunitas Peternak Unggas Nasional Alvino Antonio saat berdialog dengan RRI PRO3 di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menjelaskan pemerintah Indonesia sendiri sudah lama mengatur agar daging ayam dan telur yang dikonsumsi bebas dari antibiotik. Alvino menambahkan, aturan itu melarang penggunaan antibiotik sebagai anti grow promotor dalam pakan maupun pengobatan hewan ternak.

Menurutnya, larangan impor ayam dan telur ke Arab Saudi tidak berdampak besar terhadap peternak dalam negeri karena ekspor ke sana baru berjalan belakangan ini. Ia juga mengatakan kondisi harga daging ayam saat ini justru sedang membaik di tingkat kandang.

Ia menilai keputusan Arab Saudi mungkin didasarkan pada standar tersendiri yang berlaku bagi seluruh negara pemasok. Ia juga menyatakan perlu mengetahui apakah 39 negara lain memiliki riwayat isu kesehatan unggas serupa dengan kondisi Indonesia.

“Saya juga perlu tahu juga dari 39 negara lainnya apakah punya riwayat sama seperti Indonesia. Kalau tidak ada, berarti kan alasan mereka tidak menerima karena itu kan mungkin kita masih pertanyakan juga,” ucapnya.

Sementara itu, Guru Besar IPB University Dwi Andreas Santosa menilai larangan Arab Saudi merupakan kedaulatan negara terkait aspek risiko perdagangan internasional. Ia menyebut kasusnya berkaitan dengan Newcastle Disease dan juga riwayat avian influenza di Indonesia.

Ia menjelaskan flu burung dapat berpindah ke manusia dan bersifat mematikan, sedangkan Newcastle Disease menyerang khusus ayam. Menurutnya, Arab Saudi khawatir terhadap kemungkinan masuknya penyakit baru yang belum dikenal di negara tersebut.

“Jadi sebenarnya kalau saya lihat isunya isu di sana. Isu di mana Arab Saudi lebih khawatir kalau kemudian termasukkan penyakit baru yang belum dikenal di negara yang bersangkutan,” katanya.

Dwi menegaskan pembentukan zona bebas penyakit yang diakui internasional sangat penting dalam perdagangan global. Ia menyatakan langkah itu diperlukan agar negara lain dapat mengimpor produk Indonesia tanpa permasalahan kesehatan.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads