Diabetes Melitus Gestasional Perlu Diwaspadai Selama Kehamilan
Karawang : Diabetes melitus gestasional menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian serius selama kehamilan. Penyakit ini dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun janin apabila tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat.(4/1/26)
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Kedokteran Fetomaternal Rumah Sakit Pondok Indah, Better Versi Paniroi, menjelaskan bahwa diabetes melitus gestasional merupakan diabetes yang terjadi khusus selama masa kehamilan. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan metabolisme tubuh ibu hamil.
“Pada kehamilan trimester kedua sebenarnya terjadi resistensi insulin yang masih tergolong normal. Namun jika resistensi insulin tersebut berlanjut dan tidak terkontrol, maka dapat berkembang menjadi diabetes melitus gestasional yang berbahaya,” ujarnya dalam siniar Rumah Sakit Pondok Indah dengan judul "Ibu Hamil Diabetes? Ini Dampak Berbahaya bagi Janin" dikutip pada, (4/1).
Ia menyebutkan, diabetes melitus gestasional dapat menimbulkan berbagai risiko pada ibu hamil. Di antaranya adalah meningkatnya kemungkinan terjadinya hipertensi kehamilan atau preeklamsia, serta gangguan pada organ-organ tubuh ibu apabila kadar gula darah tidak terkontrol.
Sementara itu, dampak pada janin juga tidak kalah serius. “Pada janin, kondisi ini bisa menyebabkan pertumbuhan bayi menjadi lebih besar dari usia kehamilan yang seharusnya, atau justru lebih kecil dari usia kehamilan,” kata Better.
Menurutnya, diabetes melitus gestasional harus dipantau dan dievaluasi secara menyeluruh oleh dokter spesialis kandungan subspesialis fetomaternal. Evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat risiko serta dampak yang sudah terjadi, baik terhadap ibu maupun janin yang dikandung.
Terkait tata laksana, Better menegaskan bahwa diagnosis harus dipastikan melalui pemeriksaan medis yang tepat. “Setelah diagnosis ditegakkan, langkah awal yang dilakukan adalah pengaturan pola makan untuk membantu mengontrol kadar gula darah ibu,” ujarnya.
Apabila pengaturan pola makan belum mampu mengendalikan kadar gula darah, maka pengobatan akan diberikan sesuai kondisi pasien. “Terapi dapat berupa obat minum maupun obat suntikan, tergantung kebutuhan medis masing-masing ibu hamil,” kata Better.
Ia mengingatkan bahwa diabetes melitus gestasional bukan kondisi yang bisa dianggap ringan. Pemeriksaan dan penanganan yang tepat sangat diperlukan agar kesehatan ibu dan janin dapat terjaga dengan baik hingga persalinan.(*)

