Cegah Bencana, DPRD Jabar Dorong Revisi Perizinan Tambang
Bandung: Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti mendorong adanya revisi perizinan tambang galian C di Jawa Barat. Hal ini sebagai salah satu langkah atau upaya mencegah potensi bencana.
Menurutnya, perizinan tambang galian C di sejumlah wilayah perlu ditinjau ulang, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Mengingat potensi bencana Sesar Lembang yang setiap tahunnya bergeser 4 milimeter dan dapat memicu gempa besar.
"Saya melihat perizinan yang ada di wilayah Jawa Barat ini harus dikoreksi dan diperbaiki. Termasuk sejumlah peraturan daerah (perda) juga harus direvisi dan diperbaiki," katanya, pada Kamis (1/1/2025).
Menurutnya, wilayah Kabupaten Bandung Barat sangatlah penting mengingat wilayah tersebut merupakan daerah resapan air. Sehingga wilayah ini harus diperhatikan betul jangan sampah terjadi bencana yang bisa berimbas ke Bandung Raya, Purwakarta, Subang.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Bandung Barat untuk menjaga alam dengan tidak merusaknya. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk waspada kemungkinan terjadinya gempa sesar lembang.
"Sebagai manusia mari kita menjaga alam dan lingkungan kita. Karena ini adalah bagian ikhtiar kita juga," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengingatkan para pemimpin daerah di Bandung Raya untuk segera melakukan perubahan tata ruang. Sebab ini berkaitan dengan risiko kerusakan serius lingkungan yang bisa memicu daerah itu tenggelam pada kemudian hari.
"Kita menyadari bahwa wilayah Bandung Raya itu rawan. Artinya, Bandung bisa saja tenggelam kalau tidak dilakukan perubahan tata ruang sejak sekarang," katanya.
Pihaknya juga telah meminta kepada para pemimpin daerah. Yaitu bupati maupun wali kota, untuk menahan terlebih dahulu izin perumahan hingga evaluasi selesai.
"Izin-izin perumahan yang akan diproses dan yang sudah diberikan untuk ditunda dulu, Dilakukan evaluasi tata ruang. Sehingga tidak memiliki risiko yang tinggi terhadap lingkungan ke depan," ujarnya.(*)

