Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Sebanyak 692 Keluarga Terdampak Banjir Sitaro, Sulawesi Utara

Jakarta: sebanyak 692 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, ratusan warga tersebut hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.

Personel Basarnas Sulut dibantu masyarakat dan para pihak melakukan operasi pencarian dan penyelamatan usai banjir bandang menghantam sejumlah wilayah permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro (Foto: Basarnas Sulut)

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pendataan terhadap warga terdampak dan pengungsi masih terus dilakukan. Guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

“Pendataan masih berjalan untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujar Abdul di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Selain berdampak pada warga, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman dan fasilitas umum.

BNPB mencatat sementara sebanyak 30 unit rumah hilang, 52 unit rumah rusak berat, 29 unit rumah rusak sedang. Serta 89 unit rumah rusak ringan.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. Tiga unit fasilitas pendidikan, sejumlah bangunan kantor, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya dilaporkan turut terdampak.

Beberapa akses jalan di wilayah terdampak juga masih terputus dan kini dalam proses pendataan lanjutan. Serta penanganan oleh instansi terkait.

BNPB menyatakan siap memberikan pendampingan melekat kepada BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro dan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan. Serta unsur terkait lainnya untuk mempercepat penanganan darurat.

Menurut Abdul, langkah tersebut sejalan dengan penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi oleh pemerintah daerah selama 14 hari. Yakni, terhitung sejak 5 hingga 18 Januari 2026.

Status ini ditetapkan untuk mengoptimalkan upaya pencarian korban serta penanganan darurat di wilayah Sitaro. “Bantuan darurat juga telah disalurkan kepada para pengungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat,” ujarnya.

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi lanjutan. Serta memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana selama status tanggap darurat masih diberlakukan.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads