Kondisi Gaza Makin Hancur, Sekjen PBB Serukan Perdamaian Dunia
New York: Sekjen PBB António Guterres mengeluarkan seruan Tahun Baru yang tegas namun penuh harapan. Yaitu, mendesak para pemimpin global untuk mengalihkan sumber daya dari kehancuran ke arah pembangunan, perdamaian, dan kesejahteraan masyarakat.(1/1/26)
![]() |
| Anak-anak di Gaza merayakan pengumuman gencatan senjata pada Oktober 2025 (Foto:UNICEF/Eyad El Baba) |
“Dunia berada di persimpangan jalan. Bahwa, konflik, kerusakan iklim, dan pelanggaran sistemik terhadap hukum internasional mengikis kepercayaan terhadap kepemimpinan di seluruh dunia,” kata Sekjen Guterres dilansir UN News.
“Orang-orang di mana pun bertanya: Apakah para pemimpin benar-benar mendengarkan? Apakah mereka siap bertindak?" katanya.
Guterres menggarisbawahi skala penderitaan global, mencatat bahwa lebih dari seperempat umat manusia sekarang tinggal di daerah yang terkena dampak konflik. Lebih dari 200 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, sementara hampir 120 juta orang telah mengungsi secara paksa akibat perang, krisis, bencana, atau penganiayaan.
Dengan latar belakang ini, ia menunjuk pada apa yang digambarkannya sebagai ketidakseimbangan yang mendalam dalam prioritas global. “Saat kita menutup lembaran tahun yang penuh gejolak ini, satu fakta berbicara lebih keras daripada kata-kata: pengeluaran militer global telah melonjak menjadi UD2,7 triliun,” ucapnya.
Angka tersebut, tegasnya, 13 kali lebih tinggi daripada total bantuan pembangunan global dan setara dengan seluruh produk domestik bruto (PDB) benua Afrika. Jika tren saat ini berlanjut, pengeluaran militer dapat meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD6,6 triliun pada 2035, bahkan ketika kebutuhan kemanusiaan terus meningkat.
“Di Tahun Baru ini, mari kita bertekad untuk menetapkan prioritas kita dengan benar. Dunia yang lebih aman dimulai dengan berinvestasi lebih banyak dalam memerangi kemiskinan dan lebih sedikit dalam memerangi perang, perdamaian harus menang,” ujarnya mendesak seluruh para pemimpin dunia.
Secara khusus ia menyerukan kepada para pemimpin dunia, untuk bersikap serius. “Pilih manusia dan planet daripada penderitaan, mari kita bangkit bersama untuk keadilan, untuk kemanusiaan, untuk perdamaian,” kata Guterres menekankan.(*)

