Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Defisit APBN 2025 Nyaris Tembus Batas 3 Persen

Jakarta: Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun. Jumlah tersebut sama dengan 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), nyaris mencapai batas 3 persen terhadap PDB.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa (kiri), tampak berbicara dengan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Kacaribu (kanan), pada acara keterangan pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Kamis (8/1/2026)

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui defisit APBN memang meleset dari target Rp662 triliun atau 2,78 persen dari PDB. "Namun, kami pastikan defisitnya tetap terjaga, tidak di atas 3 persen dari PDB," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Menurut Purbaya, defisit yang melebar disebabkan belanja yang lebih besar dari pendapatan negara. Termasuk belanja untuk program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk mensejahterakan rakyat.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi sementara pendapatan negara pada 2025 mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target. Sedangkan realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target.

"Belanja negara cukup adaptif dan akomodatif terhadap berbagai program prioritas pemerintah," ucap Menkeu. Dari sisi belanja, belanja kementerian dan lembaga melampaui target 129 persen atau sekitar Rp1.500,4 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari target. Sedangkan realisasi belanja transfer ke daerah sebesar Rp849 triliun atau 92,3 persen dari target.

Untuk pendapatan negara, penerimaan perpajakan tercatat mencapai Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target. Ini mencakup penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun dan bea cukai sebesar Rp300,3 triliun.

Penerimaan pajak itu hanya mencapai 87,6 persen dari perkiraan dan penerimaan bea cukai hanya 99,6 persen. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melampaui target hingga 104 persen atau sekitar Rp534,1 triliun.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads