Malaysia: Pemerintah Negara Bagian Johor, Malaysia menetapkan status siaga tertinggi bencana alam setelah otoritas cuaca mengeluarkan peringatan risiko banjir untuk Segamat, Tangkak, dan Muar. Keputusan ini diambil menyusul hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak kemarin.
![]() |
| Situasi banjir di Negara Bagian Johor, Malaysia, Jumat, 28 November 2025 (Foto: Kantor Berita Malaysia/Bernama) |
Peringatan tersebut dikeluarkan oleh Pusat Prakiraan dan Peringatan Banjir Nasional (PRABN) serta Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) yang mencatat peningkatan potensi banjir akibat curah hujan ekstrem.
Pemerintah negara bagian juga menilai kawasan dekat daerah aliran sungai dan dataran rendah sebagai titik paling rentan jika kondisi ini berlanjut hingga 29 November 2025.
Menteri Besar Johor, Datuk Onn Hafiz Ghazi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah meningkatkan langkah kesiapsiagaan.
Pemantauan 24 jam dilakukan di seluruh titik rawan, sementara aset keamanan dan logistik penting mulai dimobilisasi untuk memastikan penanganan cepat apabila situasi memburuk.
“Saya mengimbau seluruh warga Johor untuk tetap waspada terhadap perkembangan cuaca dan mengikuti pengumuman resmi PRABN, JPS, dan MetMalaysia” ujar Datuk Onn Hafiz dalam unggahan resminya di Facebook, Jumat, 28 November 2025.
Ia menegaskan pentingnya kerja sama masyarakat dengan badan keamanan apabila nantinya perintah evakuasi dikeluarkan. Langkah tersebut, katanya, menjadi kunci untuk memastikan keselamatan warga.
Lebih lanjut, Datuk Onn Hafiz juga menyampaikan doa agar cuaca segera membaik dan Johor terhindar dari bencana.
"Mari kita semua berdoa bersama agar cuaca kembali stabil dan Johor dijauhkan dari bencana apa pun," ucap dia.
“Semoga Allah SWT melindungi negeri dan seluruh rakyat Johor. Insya Allah,” tambahnya.(*)

